Dukun Penipu Kena Batunya

Adil – Solo, Siapa bilang mencari uang itu susah? Buktinya, Jukri, 34 tahun, begitu mudah mendapatkan duit Rp 1,6 juta. Caranya pun tak terlalu mengeluarkan tenaga dan pikiran. Cukup dengan mengaku sebagai dukun!
Hanya saja, sepandai-pandai si dukun gadungan menipu akhirnya kena batunya. Belum sempat menikmati hasilnya, uang itu mendadak raib. Secara misterius? Tentu tidak. Melainkan diambil pencopet. Sialnya lagi, Jukri masih diadukan ke polisi sehingga Jumat lalu diadili di PN Semarang.
Sial yang menimpa Jukri itu bermula ketika tiga bulan silam, dirinya butuh duit. Maka dia pun membeli koran. Lho, untuk apa? ”Melihat iklan lowongan kerja,” cerita Jukri. Namun dalam koran itu, yang paling banyak justru memuat iklan perdukunan yang menjanjikan hal muluk-muluk.
Tiba-tiba wajah Jukri berubah cerah. Dalam pikirannya langsung terbersit untuk mengaku sebagai dukun. Maka lelaki itu pun kost di Jl. Tambak Aji, Semarang, dan membuka praktik perdukunan. Ternyata perhitungannya tepat, tiap hari satu-dua orang berkunjung. Ada yang minta diobati penyakitnya, minta jimat, ada pula yang sekadar berkonsultasi.
Sayangnya tamu-tamu Jukri umumnya pelit. Mereka cuma mengucapkan terima kasih setelah diberi sesuatu oleh sang dukun. Kalau pun memberi imbalan, paling Rp 1-2 ribu. Namun Jukri tak patah arang. Biar cepat BEP, lelaki itu memasang iklan di koran menyebutkan dirinya bisa menggandakan uang.
Kali ini jurusnya cukup jitu. Begitu iklan dimuat, esoknya datanglah Sarono. Tergiur iming-iming Jukri, tanpa segan-segan dia menyerahkan duit Rp 1,6 juta beserta uba rampe berupa kain putih dan candu. ”Sesampai di rumah, uang ini harus disimpan di lemari,” perintah Jukri seraya menyerahkan kembali uang Sarono yang telah dibungkus kain putih. Menurutnya, setelah seminggu jumlah uang itu akan berlipat 100 kali.
Dengan penuh harap, Sarono pun pulang lantas menyimpan bungkusan itu baik-baik. Pada saat hampir bersamaan, Jukri tertawa terbahak-bahak. ”Ternyata cari uang itu gampang,” katanya berkali-kali. Memang, tanpa sepengetahuan Sarono, dia mengambil duit itu dan dikantungi sendiri.
Sorenya, dengan menumpang bus kota Jukri bermaksud pergi belanja ke kawasan Simpanglima. Saat itulah sang dukun ketiban sial. Tanpa sepengetahuannya, uang hasil menipu tersebut dicopet oknum penjahat.
Terpaksalah dia pulang gigit jari. Namun di perjalanan pikirannya berubah. ”Saya harus dapat gantinya,” gumam Jukri. Maka dia tidak langsung ke kost, melainkan ke rumah Sarono. Kepada korban, lelaki itu menyarankan agar uang yang digandakan digenapkan sekalian Rp 2 juta.
Namun permintaan ini justru membuat Sarono curiga. Dia pun membuka bungkusan kain putih yang sudah dicampur candu dan lempengan kuningan. Ternyata, uangnya sudah lenyap berganti dengan segepok potongan kertas koran. Sejak itulah Sarono sadar telah tertipu, lalu melapor ke polisi.
Alhasil seperti diungkapkan di atas, akhirnya Jukri diadili.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s