9 Sentaja Api, Ratusan Peluru Serta Narkoba Senilai 4 Milyar Ditemukan dalam Tabung Gas Elpiji

Aparat Polresta Bekasi menerima laporan dari sebuah perusahaan reparasi tabung gas yang menemukan sembilan pucuk senjata api berbagai merk beserta ratusan butir peluru dalam tabung gas elpiji ukuran 15 kilogram, Selasa (3/1/2012) lalu.
Dari dalam tabung gas yang sudah dimodifikasi itu, juga ditemukan tiga bungkusan plastik berisi amphetamine seberat 224,5 gram senilai sekitar Rp 4 miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Baharudin Jafar dalam jumpa pers di Mapolresta Bekasi mengatakan hingga kemarin petang sudah meminta keterangan dari enam orang saksi terkait temuan tersebut. “Sampai dini hari tadi, sudah diperiksa enam orang saksi. Masih akan dikembangkan, darimana asalnya,” ungkapnya didampingi Kapolresta Bekasi, Kombes Wahyu Hadiningrat, kemarin.

Kapolres mengatakan, pihaknya menerima laporan dari Polsek Tarumajaya bahwa perusahaan reparasi tabung gas, PT Bejana Agung Wajatama yang beralamat di Kampung Pegadungan RT4/10 Desa Pantai Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi menerima 200 tabung gas dari PT Eramina Kencana di Cakung, Jakarta Timur.

“Ratusan tabung gas itu rencananya akan direparasi. Tapi saat dipindahkan, ada karyawan yang curiga salah satu tabung gas itu ternyata lebih berat dari yang lain. Saat dibuka klep atasnya, dari dalam tabung gas itu ternyata keluar dua butir peluru,” terangnya, kemarin.

Kapolresta Bekasi, Kombes Wahyu Hadiningrat menjelaskan penemuan sembilan senjata api dan ratusan peluru di dalam tabung gas saat akan direparasi.
Sebanyak, 200 unit tabung gas elpiji kosong itu diangkut menggunakan truk Isuzu Elf 135 PS bernomor polisi B9319SX oleh Sukirman (55). Sesampainya di PT Bejana Agung Wajatama, Tarumajaya, ratusan tabung gas itu diturunkan oleh karyawan PT Bejana Agung Wajatama, Husdi (31) untuk dilakukan pengecatan ulang.

“Husdi menemukan salah satu tabung gas elpiji itu melebihi kapasitas, namun saat itu dirinya tidak curiga karena mengira tabung itu berisi gas. Berat tabung itu 26 kilogram, padahal berat normal tabung gas elpiji itu 15 kilogram,” sambung Kapolres.

Oleh karyawan lainnya, Dalim (42), tabung gas itu dibuka di bagian ujung klepnya. “Ternyata saat dituang, yang keluar bukannya air, melainkan dua butir peluru kaliber 9 milimeter. Dia kemudian melaporkan temuan itu ke sekuriti perusahaan. Laporan itu diteruskan ke Polsekta Tarumajaya, dan diteruskan ke Polresta Bekasi. Kami kemudian menghubungi Tim Gegana Polda Metro Jaya untuk membongkar tabung gas itu,” bebernya.

Saat dibongkar, ternyata tabung gas elpiji itu sudah dimodifikasi di bagian pantatnya. Bagian tutup paling bawah sudah dilas dengan besi batangan berulir sehingga bisa dibuka dengan cara diputar. Dari dalam tabung gas itulah polisi menemukan 9 senjata api berbagai jenis, 161 butir peluru, sembilan magazen berbagai jenis, serta tiga bungkusan plastik amphetamine seberat 224,5 gram senilai sekitar Rp 4 miliar.

Penyidik sudah memeriksa enam orang saksi, yaitu tiga karyawan PT Bejana Agung Wajatama, dan tiga orang karyawan PT Eramina Kencana. “Mereka masih berstatus sebagai saksi, belum ada yang menjadi tersangka. Sampai saat ini kami sedang selidiki darimana senjata api dan amphetamine itu berasal,” kata Kapolres.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s