Berbuat Cabul karena Istri ke Luar Negeri

PURWOKERTO – Dukun cabul yang menggauli korbannya di rumah orang tua korban, kemarin ditangkap petugas Polsek Gumerlar, Banyumas. Tersangka dukun cabul itu adalah Cartam (50) warga Gumelar. “Profesi dia memang dukun,” kata Kapolres Banyumas AKBP Drs Sukamto Handoko.

Kasus itu bermula ketika dukun itu diminta Camiarso (55) datang ke rumahnya mengobati anaknya, sebut saja Kembang (15) yang sakit. Gadis itu sepekan terakhir mengeluh bahwa pinggangnya terasa sakit sekali. Sudah dibawa ke Puskesmas tapi belum juga sembuh.

Maka orang tuanya minta bantuan dukun Cartam mengobatinya, beberapa hari lalu dukun itu berhasil mengobati seorang tetangganya dengan keluhan hampir sama. Pengobatan yang dilakukan Cartam dilakukan dua kali.

Tahap pertama, Kembang diberi ramuan minuman setelah diberi mantra dengan membakar kemenyan serta membakar keris di kamar tidur gadis itu. Dalam setiap pengobatannya, Cartam membuat syarat tidak ada orang lain yang boleh masuk ke kamar saat pengobatan tengah berjalan.

Dalam pengobatan pertama, berjalan mulus, dan gadis itu menyatakan sembuh. Dua hari kemudian dukun datang lagi menanyakan apakah sakitnya masih ada. Ketika dijawab sudah sembuh, dukun mengatakan bahwa jika tidak dituntaskan penyakitnya datang lagi.

Maka gadis itu diobati lagi dalam kamar yang terkunci dari dalam pada malam hari. Pengobatan yang berlangsung tiga jam. Karena keluarga Kembang curiga, maka mengintip lewat jendela. Kakak kandung Kembang melihat bahwa Cartam sedang berbuat tidak wajar.

Mengetahui perbuatan itu, pintu kamar didobrak. Warga setempat segera menghubungi polisi dan menangkap pelakunya. Sepeda motor milik dukun itu dibakar massa, namun dukunnya berhasil dievakuasi ke Polsek.

Ketika diperiksa dia mengaku terus terang perbuatannya. Cartam melakukannya karena sudah lama tidak berhubungan setelah ditinggal pergi istrinya ke luar negeri sebagai pembantu rumah tangga.

Sukamto Handoko mengatakan, kasus pemerkosaan selama September ini cukup tinggi. Dalam kurun waktu dua pekan telah terjadi tiga kasus pemerkosaan. Pertama kasus pemerkosaan yang terjadi di Bumi Perkemahan Kendalisada, kedua kasus di sebuah SD Purwonegoro, Purwokerto Utara dengan pelaku enam orang pelajar dan kasus Cartam ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s