Bikin Satgas Antipornografi, SBY Salah Kaprah

Selasa, 13 Maret 2012 11:55 wib
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: dok okezone)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: dok okezone)

JAKARTA – Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang mengalami disorientasi dengan dibentuknya Satuan Tugas Antipornografi.

Dia menilai seakan pornografi menjadi ancaman yang sangat menakutkan terhadap Indonesia. Padahal yang paling mengancam Indonesia adalah korupsi.

“Di Indonesia sebenarnya yang paling utama bukan persoalan pornografi tapi korupsi. Saya heran seakan-akan pornografi jadi ancaman bagi Republik ini. Padahal kalau kita lihat urgensinya sebenarnya lebih utama hal-hal yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi,” ujar Pramono kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/3/2012).

Menurut dia, jika melihat persoalaan korupsi pada periode ini sungguh-sungguh menjadi ancama bagi Indonesia. Sehingga apa yang dibentuk oleh Presiden SBY tentang Satgas itu tak memiliki urgensi apa-apa.

“Kalau kita lihat periode waktu ini korupsi jadi persoalan yang sangat dominan sehingga upaya yang paling utama bagaimana persoalan korupsi diberantas. Kalau kemudian mafia pornografi, apanya yang mau dilakukan. Ini menunjukkan bahwa adanya disorientasi,” kata dia.

Dia juga heran dengan pemberi saran sehingga SBY membentuk satgas tersebut. Jelas-jelas apa yang dibentuk oleh SBY kontraproduktif dengan persoalaan yang sedang dihadapi oleh bangsa.

“Saya tak tahu siapa yang berikan masukan kepada presiden sehingga harus dibuat Satgas anti pornografi yang tidak perlu. Ini bisa multitafsir, bisa berbagai hal yang akhirnya kontraproduktif. Saya lihat keinginan ini tidak ada hal yang substansial untuk dibentuk satgas anti pornografi,” jelasnya.

Sebenarnya kata politikus PDI Perjuangan UU sudah mengatur lebih dari cukup untuk hal-hal yang berkaitan dengan itu. “Kita kan dengan perdebatan yang ada, UU berkaitan dengan UU pornografi dan porno aksi pada waktu itu, ketika diundangkan saja sudah sangat heboh. Itu saja belum dijalankan kemudian dibuat Satgas. Saya tidak tahu kriterianya apa, moralitasnya apa sebagai ukuran mengatakan ini porno, ini tidak porno,” kata dia.

Bagi dia, pembentukan Satgas Anti Pornografi tidak memiliki urgensi sama sekali. Dia juga menduga Satgas ini untuk mengalihkan isu baru.

“Saya pribadi tidak ada urgensinya dan sangt disayangkan. Mungkin bagian untuk membuat polemik baru dan itu kontraproduktif,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s