Dukun Jagal Ahmad Suraji (Datuk) membantai 42 wanita

Terpidana hukuman mati, Ahmad Suraji alias Nasib alias Datuk, 47 , warga Jalan Medan-Binjai Km 16, Dusun I Aman Damai Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, mengaku pasrah jika pengajuan PK nya ditolak Mahkamah Agung.

”Saya pasrah. Kematian bukan ditentukan manusia, melainkan di tangan Tuhan,” ujar Ahmad Suraji kepada Waspada, Rabu (8/11) di ruang Melati-I LP Kelas-I Tanjunggusta, Medan.

Pilihan untuk mengajukan PK (Peninjauan Kembali) tersebut diambilnya, setelah Kasasinya ditolak Mahkamah Agung. Namun Suraji, tetap bersikukuh tidak pernah melakukan pembunuhan terhadap 42 wanita, seperti yang dituduhkan kepadanya. ”Saya terpaksa mengaku, karena selain saya, istri dan anak-anak mendapat perlakuan buruk pihak keamanan.”

Kini, berdasar informasi yang diterimanya, beberapa nama yang disebut ikut terbunuh ternyata masih hidup, yang ternyata tengah bekerja di Malaysia. Artinya, kata Suraji, peristiwa heboh yang terjadi pada 1997 itu, tidak pernah dilakukannya.

Karena mengaku tidak bersalah, Suraji yang memiliki tiga isteri (termasuk Tumini, yang dihukum penjara seumur hidup di LP Wanita, red) dan ayah sembilan anak itu, hanya mengajukan PK apalagi berdasar keterangan pengacaranya, ditemukan bukti baru.

Namun dia tidak akan mengajukan grasi ke Presiden. Karena menurutnya, jika itu diajukan, secara tidak langsung berarti dia mengaku bersalah. Tapi jika PK tetap ditolak, dan dilakukan eksekusi hukuman mati, Suraji mengaku pasrah. ”Kematian bukan ditentukan manusia, tetapi di tangan Tuhan.”

Menanggapi permintaan PK tersebut, Kepala LP Kelas-I Tanjunggusta Slamet Martawardaja, BcIP, SH, menyebut wajar, apalagi Kasasi yang diajukannya telah ditolak MA. ‘

‘Setiap Napi berhak meng-ajukan PK, baik oleh LP atau secara pribadi,” katanya sem-bari menunjukkan surat pem-beritahuan penolakan Kasasi tertanggal 22 September 1998. Sedangkan surat Keputusan MA, pihaknya belum pernah menerima, karenanya Suraji belum dieksekusi mati.

Suraji dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Lubukpakam 10 Desember 1997. Sebelum Kasasi, dia banding ke Pengadilan Tinggi, namun ditolak sesuai putusan tertanggal 27 Juli 1998.

Terpidana, mulai mendiami LP Kelas-I Tanjunggusta 6 Mei 1998 dari Cabang Rutan Lubuk Pakam. Selama mendiami LP di Blok A Sel-9, menurut Kepala LP, Suraji berkelakuan baik.

Sebelumnya, dua terpidana mati kasus Narkoba yakni Ceylo, berkewarganegaraan Thailand dan Cobe, berkewarganegaraan India juga mengajukan PK. ”Namun PK keduanya telah ditolak.”

Sementara Kepala Bidang Pemasyarakatan Kanwil Kehakiman Sumut Marudut Siahaan, BcIP, SH di kantornya Jalan Putri Hijau mengaku belum mengetahui pengajuan PK Ahmad Suraji. ”Kanwil tidak mencampuri urusan Judisial tersebut.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s