Gadis Manis Jadi Pembunuh

 

Gadis Manis Jadi Pembunuh i-berita.com, Seorang gadis kecil yang dulunya sosok yang manis. Namun, beranjak dewasa, ia seringkali berpose provokatif dan kurang ajar. Perempuan ini berasal dari keluarga bahagia dan bersekolah di tempat mahal. Namun, bertambah dewasa, ia semakin senang memamerkan sensualitas dan agresif bahkan membunuh.

Foto yang menampilkan sosok Ruby Thomas saat di sekolah dasar, perempuan ini tampak seperti gadis kecil yang bahagia dan tersenyum malu-malu. Ia dulunya sosok yang manis. Namun, beranjak dewasa, ia seringkali berpose provokatif, kurang ajar dan menampilkan sensualitas yang berlebihan.
FotoFacebook diambil teman-teman Thomas di rumahnya di Crystal Palace, selatan London, Inggris. Ia tampak berpose berlebihan dengan rok pendek dan atasan yang terbuka di dalam kamar tidurnya yang berhiaskan coretan grafiti.
Selain gambar yang menyedihkan itu, tampak pula beberapa kalimat bernada ejekan di Facebooknya, sehari setelah serangan brutal yang dilakukan Thomas terhadap Ian Baynham.
Perempuan ini bersekolah di Sydenham High School yang menghabiskan biaya 12 ribu poundsterling (Rp 168 juta). Di kehidupan sehari-harinya, Thomas merupakan gadis yang membanggakan diri sebagai siswa yang berlatar belakang kehidupan mapan.
Sayangnya, perilaku Thomas menjadi berubah setelah ayahnya, Richard, 45 tahun, dihukum atas tuduhan pembunuhan karena menikam seorang sopir taksi di Brixton, Inggris, 2003 lalu. Temannya mengatakan bahwa Thomas biasanya pendiam, namun mulai agresif setelah ia suka minum minuman keras.
Thomas juga pernah melakukan tindakan kriminal karena menyerang sopir di kawasan Trafalgar Square di usia 15 tahun. Dia pernah pula menyerang Aasim Shah pada 12 Desember 2007. Saat itu, ia meludahi Shah, menendang dan meninju di belakang kepala korban.
Dua tahun kemudian, meski ia melarikan diri dari TKP, insiden sempat disaksikan oleh orang sekitar yang melapor ke polisi. Ia mengakui serangan itu, namun melarikan diri dari hukuman pelayanan masyarakat.
Kasus terbaru terkait penyerangan Thomas pada Baynham terjadi beberapa hari setelah ia memulai pekerjaan baru sebagai pemimpin tim sebuah kelompok.
Selama persidangan, Thomas menolak bukti di pengadilan. Ia tampak tidak menunjukkan emosi menyesal. Malahan, thomas sering tersenyum dan bercanda di luar sidang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s