Hasil Rekonstruksi Ros Diperkosa Lebih Dahulu Oleh Supir Angkot M26 Saad Sebelum Digilir Yang Lain

Dalam pra rekonstruksi yang digelar Polres Depok, timbul fakta baru. Tersangka Saad yang sebelumnya disebut-sebut hanya memegang tangan Ros dan tidak memperkosa, justru adalah orang yang lebih dulu memperkosa Ros. Hal itu ditunjukkan dalam pra rekonstruksi di Polres Depok, Jawa Barat, Sabtu (31/12/2011).

Kasus pemerkosaan ini berawal dari ketiga tersangka dan Aida berangkat dari kosan YBR alias Riko di Bekasi dengan menumpangi angkot M-26. Aida duduk di depan sebelah sopir. Sementara tersangka Saad sebagai sopir. Riko dan DR lalu masuk ke kabin belakang angkot.

Angkot lalu berputar-putar hingga ke Jl Raden Saleh, Depok. Saat di jalan inilah, Ros menyetop angkot ini. Ros berteriak dari menanyakan kepada sopir Saad apakah angkot ini mau ke Pasar Kemiri, Beji. Mendengar itu, Saad langsung mengiyakannya.

“Bang mau ke Pasar Kemiri nggak?” tanya Ros yang diperankan oleh seorang polwan.

“Ya bu. Naik saja,” jawab Saad.

Ros pun lantas masuk ke kabin belakang angkot dan duduk di pojok belakang kanan. Dengan kecepatan 40-50 Km/jam, angkot ini jalan. Saat di jalan antara Jl Raden Saleh dan Jl Margonda Raya Sektor III, angkot ini berhenti. Saad yang tadinya sebagai sopir turun dan masuk ke belakang. DR lantas menggantikan Saad menjadi sopir.

Tak lama angkot kembali berjalan, Saad tiba-tiba mendekap tubuh Ros. Riko lalu memgang kaki Ros, hingga Ros terjatuh dari tempat duduknya. Ros sempat berteriak dan meronta. Tapi Riko mengancam akan membunuh Ros dengan parang jika Ros berteriak lagi. DR lalu berteriak kepada Saad agar menutup mulut Ros dengan sapu tangan.

“Kasih sapu tangan,” ujar DR sambil melempar sapu tangan ke Saad. Mulut Ros pun ditutup dengan sapu tangan tersebut. Tubuh Ros lantas digerayangi Saad mulai dari payudara hingga ke bagian kemaluan Ros. Riko yang tadinya memegang tangan Ros, ikut mencopot celana dalam Ros.

Ros pun diperkosa terlebih dahulu oleh Saad. Saat pemerkosaan terjadi, angkot dalam keadaan jalan dengan alunan musik yang cukup kencang dinyalakan oleh DR dari depan. Ketika itu angkot tengah berada di Pasar Cibinong.Setelah Saad memperkosa Ros, Riko pun melanjutkan aksi bejat rekannya itu. Riko lalu memperkosa Ros.

Ketika pemerkosaan Ros terjadi, Aida sempat menolehkan kepalanya ke belakang. Aida yang melihat kejahatan tersebut mendengar suara teriakan samar-samar dari depan. Namun DR menekan kepala Aida ke bawah dan melarangnya untuk melihat ke arah kabin belakang angkot.

“Jangan lihat lu nggak ada apa-apa di belakang,” kata DR kepada Aida. Setelah itu, angkot lalu berjalan dari Pasar Cibinong dan masuk tol menuju Jakarta. Di pintu tol, Ros pun diturunkan. Ros yang sudah dalam kondisi tertekan, hanya diam saja.

Saat turun dari angkot, Riko bahkan sempat menonjok kepala bagian belakang Ros. Namun pukulan Riko tak mengenai kepala Ros karena tangan Saad tengah merangkul kepala Ros untuk menurunkannya dari angkot. Para tersangka lalu meninggalkan Ros dan berjalan menuju Cileungsi.

Tiga tersangka pemerkosa Ros diketahui berumur belasan tahun. Meski masih muda, ketiganya sudah berani melakukan aksi kejahatan yang cukup banyak dan besar. Ternyata setelah dites kejiwaan, ketiganya punya masa lalu yang suram.

“Kita sudah ketemu penyidik soal tes kejiwaan. Mereka ini adalah anak-anak bermasalah dalam keluarga yang kemudian hidup mencari duit di jalanan. Ya, seperti anak ayam kehilangan induk,” kata pengacara tiga tersangka, Achmad Sumarjoko, saat ditemui di Mapolres Depok, Jawa Barat, Selasa (3/1/2012).

Sumarjoko mengatakan YBR (17), DR (17) dan MDS (19) adalah anak-anak dari keluarga miskin yang sejak kecil sudah hidup di jalanan. YBR alias Riko adalah yatim-piatu yang sejak usia 12 tahun sudah ditinggal meninggal oleh orang tuanya di Manado. Sedangkan MDS adalah anak yatim yang sejak usia 15 tahun hijrah dari Medan ke Jakarta.

“Mereka berdua ini hanya sempat bersekolah tingkat SLTP namun tidak tamat. Sedangkan DR remaja di Pondok Kopi di Jakarta Timur yang hanya lulusan sekolah dasar,” jelasnya. Sumarjoko menilai pergaulan kelompok anak-anak seperti Riko cs ini rentan mendapat pengaruh buruk dari lingkungan ‘dunia hitam’. “Mereka gampang terpengaruh, sangat setia dengan kesetiakawanan kelompok walau itu salah. Merampok bersama dan berfoya-foya menikmati hasil rampokan bersama-sama pula,” ucapnya.

Sumarjoko menceritakan kasus pemerkosaan terhadap Ros awalnya karena komplotan ini tidak dapat hasil rampasan motor pada malam kejadian. Sebelum melakukan pemerkosaan, komplotan Riko sudah menyisir kawasan Bekasi Selatan dan Bogor. Namun tak satu kendaraan bermotor pun yang mereka dapat.

“Akhirnya mereka masuk ke wilayah Kota Depok melalui Kota Cibinong dan berjumpa dengan Ros yang sedang menunggu angkot. Hingga pemerkosaan terjadi,” jelasnya. Selanjutnya, tambah Sumarjoko, ketiga tersangka dan dua tersangka lagi yang termasuk komplotan curanmor Riko nantinya akan disidangkan di pengadilan berbeda.

“Sesuai dengan locus delicti tindak kejahatan mereka. Tetapi dalam hukum kita dikenal untuk tindakan hukum yang banyak maka yang dituntut pada tindakan hukum yang terberat yang dilakukan saja,” ungkapnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s