Istana Bantah Abaikan Nasib Guru Honorer

Selasa, 21 Februari 2012 14:31 wib
Julian Aldrin Pasha (Foto: Dok Okezone)

Julian Aldrin Pasha (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Setelah digeruduk oleh sekira 1.000 guru honorer yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, pihak Istana langsung menerima perwakilan para guru tersebut kemarin sore. Namun dalam pertemuan dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birkorasi, Azwar Abu Bakar dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam, belum ada titik temu.

“Kami telah menerima perwakilan dari mereka. Koordinator para guru honorer yang berdemo di depan Istana Negara. Telah bertemu dan kami telah mendegarkan apa yang menjadi aspirasi mereka,” ujar Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Istana Negara Jakarta, Selasa (21/2/2012).

Kata Julian, rencananya sore nanti pertemuan akan kembali digelar di kantor Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi pada pukul 16.00 WIB. Pertemuan tersebut akan melibatkan juga Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Pertemuan nanti sore, sambung Julian akan menindaklanjuti langkah-langkah teknis yang akan diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut. “Hari ini untuk tindak lanjut verifikasi langkah-langkah hal teknis yang memang menjadi domain dari kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi,” tuturnya.

Julian enggan bila dikatakan Pemerintah lamban dalam menangani persoalan guru honorer. Sebetulnya, lanjut Julian, selama ini telah ada pembahasan di Kementerian PAN dan RB dan Kemendikbud terkait guru honoret. “Kalau disebut lambat, kami kira memang itu ada proses tindak lanjut dari yg dikenal dengan kategori satu dan kategori dua mungkin membutuhkan waktu untuk validitas yang menjadi keharusan di sana,” papar Julian.

Julian berharap pertemuan nanti sore akan mencapai titik kesepahaman antar kedua belah pihak. “Mudah-mudahan akan mencapai kesepahaman. Sesungguhnya sudah tercapai kesepahaman, bagaimana nanti persinya Kementriam PAN yang akan menjelaskan,” tutupnya.

Kemarin, sekitar 1.000 guru honorer yang berasal dari seluruh Indonesia mendatangi Istana Negara untuk menunut agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera menandatangani rancangan peraturan pemerintah tentang pengangkatan tenaga pengajar honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

“Kami meminta agar PP yang mengangkat guru honorer tersebut segera ditandatangani oleh Presiden,” ujar Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PGRI, Sahiri Hermawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s