Kadin Curiga Ada Kepentingan Dibalik Impor Gula Mentah 240.000 Ton


Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) memberikan beberapa catatan soal rencana impor gula mentah (raw sugar) sebanyak 240.000 ton. Bahkan rencana distribusi gula impor ini dianggap melabrak aturan sehingga dicurigai sarat kepentingan.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur mengatakan setidaknya ada 6 masalah yang masih mengganjal pihaknya.

Pertama, masa giling tebu petani bulan Mei 2012, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk menggiling 240 ribu ton hanya 2 bulan. Kedua, adalah bagaimana pengawasan raw sugar impor tersebut

“Dari segi teknis perlu dibedakan kemasannya supaya kalau beredar dipasar konsumen bisa tahu dan bisa membedakannya,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/3/2012).

Ketiga, hasil produksi harus disalurkan mayoritas di Kawasana Timur Indonesia. Keempat, apabila Kementerian Perdagangan menunjuk PT PPI, track record-nya diragukan.

“Pengalaman tahun-tahun sebelumnya perusahaan tersebut pernah diberikan izin impor gula komsumsi, akan tetapi tidak direalisasikan dengan baik, apalagi diberikan izin impor raw sugar,” ungkap Natsir.

Kelima, ia menyayangkan apabila raw sugar tersebut digiling oleh industri gula rafinasi, karena menyalahi aturan yang ada. Padahal pabrik gula rafinasi yang ada di Kawasan Timur Indonesia (KTI) mendapat sanksi pengurangan impor raw sugar karena kasus rembesan gula rafinasi.

“Jadi kalau pabrik gula rafinasi yang ada di KTI diberikan kesempatan untuk menggiling raw sugar impor ini maka ibarat setelah diberikan sansi hukuman karena melakukan perembesan gula rafinasi dipasar umum, lalu diberikan kembali pengampunan atau remisi untuk mengolah raw sugar import ini, sebaiknya pengelolahannya diberikan kepada PTPN 14 dan PG Gorontalo,” katanya.

Keenam, menurut Natsir pemerintah harus merevisi kembali jumlah impor raw sugar tersebut dengan memperhatikan waktu yang digunakan menggiling hanya 2 bulan.

“Kalau sudah masuk bulan Mei maka lebih parah lagi menabrak aturan yang ada, sehingga manajemen pergulaan produksi-perdagangan- distribusi makin carut marut, diakibatkan karena pemerintah sendiri yang menabrak aturan yngg ada. Biasanya pengusaha yang sering dianggap melabrak aturan untuk komoditi gula. Namun ini terbalik, kan aneh ada kepentingan siapa dibalik ini,” tegas Natsir.

Sebelumnya Dewan Gula Indonesia merekomendasikan agar pemerintah mengimpor raw sugar (gula mentah) sebanyak 240.000 ton. Rekomendasi ini untuk menutupi kekurangan gula kristal putih (GKP) pada Mei 2012.

Dewan Gula telah menyelesaikan audit ketersediaan gula nasional. Hasil dari audit disimpulan perlu ada tambahan gula hingga 261.068 ton gula kristal putih (GKP) di awal 2012. Adapun impor gula kristal putih sebanyak 240.000 ton itu akan diolah di dalam negeri sehingga bisa menutupi kebutuhan GKP.

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) telah ditunjuk oleh kementerian perdagangan sebagai importir gula mentah atau raw sugar sebanyak 240.000 ton.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s