Kelas Menengah Atas Sulit Terjangkau Survei

JAKARTA, KOMPAS.com- Survei politik yang sering dilakukan lembaga survei belum dapat menjangkau seluruh warga kelas menengah atas. Responden survei diduga lebih banyak didominasi oleh kalangan menengah bawah.

Hal inilah yang menyebabkan kelas menengah atas sebenarnya potensi suara yang dapat dimanfaatkan kandidat.

“Survei kelas menengah atas lebih sulit. Mereka di kelas ini sulit ditemui atau diwawancara, sebab mereka sibuk dengan aktivitasnya sehari-hari,” kata Kepala Pusat Kajian Politik UI Sri Eko Wardhani, Selasa (13/3/2012) di Depok.

Karena itu, menurut Wardhani, belum jelas gambaran suara mereka dalam pemilihan umum kepala daerah (Pemilu Kada) DKI Jakarta kali ini. Menurut dia, untuk mendekati kelompok kelas menengah atas harus dengan cara berbeda, salah satunya dengan pendekatan teknologi.

Pada Pemilu Kada DKI Jakarta kali ini, Pusat Kajian Politik UI menyiapkan survei terkait dengan program kandidat. Setelah Komisi Pemilihan Umum menetapkan calon, maka sejak itu tim Pusat Kajian Politik UI mencatat setiap janji dan omongan kandidat di depan publik.

“Kami akan catat dari hari ke hari. Kemudian kami beberkan ke pemilih. Kami ingin tahu seberapa jauh pemilih menggunakan hak suaranya dengan pendekatan program kandidat,” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s