Korban Pemerkosaan Supir Angkot B 04 Jurusan BSD Cikokol Ikut Tim Buser Memburu Pelaku Pemerkosaan

LL (20), pembantu rumah tangga (PRT) yang Senin (30/1) dini hari menjadi korban pemerkosaan oleh sopir tembak angkot B-04 jurusan BSD-Cikokol, kondisinya kini membaik. Malah korban ikut tim polisi memburu pemerkosa dirinya.

LL sudah ikut dalam tim buser Polres Kabupaten Tangerang, memburu para pelaku. Demikian dikatakan oleh Kasat Reskrim Polres Kabupaten Tangerang, Kompol Shinto Silitonga, Selasa (31/1).

“Awalnya korban memang trauma. Namun, berkat dukungan para ahli kejiwaan di Polres, akhirnya dia sudah bisa bangkit,” ucapnya.

Oleh karena sudah tegar, LL yang warga Gunung Sirah, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, itu bersedia membantu tim buser untuk memburu para pelaku pemerkosaan. “Kini korban berada di lapangan, bersama tim untuk mengenali wajah para pemerkosa dan menangkapnya,” ucap Shinto.

Menurut dia, sampai saat ini pihaknya sudah memintai keterangan dari tiga orang saksi, guna menangkap tiga orang pemerkosa LL. “Kami bentuk dua tim untuk mengejar tiga pelaku. Daerah persembunyian sudah kami kunci, tinggal kami tangkap saja,” ucap Shinto.

Shinto mengatakan, dari tiga pelaku, yang menjadi sopir tembak adalah RD, sedangkan dua orang lain adalah pengangguran. Berdasarkan penuturan LL, dirinya diperkosa RD bersama dua temannya di sebuah rumah kontrakan di daerah Cilenggang, Serpong, Tangsel.

“Menurut korban, diperkosa pukul 22.00. Sebelumnya dia memang sempat naik angkot B-04, dan bertemu RD yang saat itu jadi sopir. Di dalam angkot keduanya mengobrol, sampai akhirnya RD menawarkan jasa mengantar LL, yang hendak ke rumah saudaranya di daerah Sewan, Tangerang,” ucap Shinto.

Namun sebelum mengantar LL, RD terlebih dahulu mengembalikan angkot yang dikendarai. Selanjutnya kedua insan berlainan jenis itu berjalan kaki menuju tempat kontrakan yang selama ini menjadi tempat berkumpul para pemuda pengangguran.

“Kata korban, RD mau ambil motor dulu di rumah kontrakan itu. Ternyata sampai di sana ada enam hingga tujuh pemuda lain, hingga akhirnya terjadi perkosaan itu,” ucapnya.

Sementara itu, ratusan sopir angkot B-04 (BSD-Cikokol), merasa khawatir atas dampak pemberitaan media massa, terkait adanya sopir angkot B-04 yang memperkosa seorang pembantu rumah tangga, LL.

“Sekarang memang dampaknya belum kelihatan, tapi kalau makin ramai pemberitaannya, ya bisa berpengaruh,” ucap Budi, yang mengaku sudah 12 tahun menjadi sopir B-04.

Namun, kata Yanto, rekan Budi, sudah ada penumpang perempuan yang menanyakan masalah pemerkosaan itu. “Tadi pagi ada yang sempat bertanya sama saya, soal sopir angkot B-04 yang memperkosa. Saya bilang tidak tahu, dan tidak kenal,” ucapnya.

Sejauh ini menurut kedua sopir angkot itu, jumlah penumpang memang belum menurun. Mereka masih bisa memenuhi setoran sebesar Rp 100.000/hari kepada pemilik kendaraan. Bahkan mereka masih bisa menyisihkan Rp 70.000-Rp 80.000 untuk dibawa pulang ke rumah.

Menurut para sopir angkot B-04, pemerkosa PRT, LL adalah para sopir tembak. “Kami tidak kenal mereka. Namanya sopir tembak, tentu identitasnya juga tidak jelas,” ujar Budi.

Namun ulah bejat para sopir tembak itu, menjadi bahan pembicaraan para sopir B-04. “Bikin malu aja. Kalau sudah begini, citra sopir jadi tambah jelek. Kalau sampai ketangkep, biar kami gebukin,” ucap Yanto.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s