Lindy Melissa Pandoh PNS Kabupaten Minahasa Selatan Ditemukan Tewas Telanjang Bulat Dalam Avanza DB 4026 QJ

Berikut kronologi singkat ditemukannya jenazah Lindy Melissa Pandoh, pegawai negeri sipil di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Sulawesi Utara (Sulut). Kronologi yang bersumber dari polisi sektor Malalayang. Sekitar pukul 17.45 Wita, Polsek Malalayang melakukan patroli menggunakan motor di Kawasan Pantai Malalayang.

Anggota polisi mencurigai sebuah mobil Avanza silver DB 4026 QJ yang terparkir di dekat Tugu Boboca, Malalayang. Mereka kemudian langsung mengecek lalu menyenter ke dalam mobil tersebut. Petugas terkejut karena menemukan sepasang kekasih, satu di antara mereka dalam keadaan telanjang bulat dan di sekujur tubuhnya penuh dengan darah. Ada tiga luka tusukan di bagian tubuh yakni, di dada perut dan paha kiri.

Belakangan dari kartu identitas, korban bernama Lindy Melissa Pondoh. Korban berasal dari Tongkaina, Bunaken dan saat ini bekerja sebagai PNS di Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan. Sementara pria yang mengaku bernama Wensi dan bertugas sebagai Sat Pol PP Minsel dan tinggal di Desa Kinalawiran kecamatan Tompaso Baru Kabupaten Minahasa Selatan itu, tak bisa mengelak dari polisi.

Saat ditanya, Wensi mengaku perempuan terkena tikaman seseorang. “Waktu itu ada yang mau menikam saya, tapi saya mengelak dan mengenai Lindy Melissa Pandoh,” katanya seperti dituturkan polisi. Tak percaya begitu saja, polisi lantas mengamankan pria yang diduga sebagai pelaku itu ke Polsek Malalayang. Pengunjung kawasan Pantai Malalayang heboh dengan ditemukannya mayat gadis muda dalam kondisi tanpa busana alias bugil di dalam mobil Avanza silver. Polisi yang mengidentifikasi di tempat kejadian menemukan KTP korban dengan nama Lindy Melissa Pandoh.

Penelusuran Tribun Manado (grup Tribunnews.com), korban berasal dari Tongkaina Bunaken. Korban saat ini bekerja sebagai PNS di Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan. Menurut pengakuan polisi, korban ditemukan dalam keadaan tak berbusana dan mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh. Dugaan sementara, korban meninggal akibat penganiayaan.

Kepada penyidik, tersangka Winzy mengaku khilaf dan menyesal sebab korban Lindy Melissa Pandoh terus memintah uang kepadanya. Tersangka mengakui tidak ada pemasalahan sebelumnya dengan korban. Dia mengaku bertanggungjawab atas perbuatan terhadap korban hingga korban kehilangan nyawanya.

Dia menceritakan, sebelum kejadian korban menghubunginya pada pukul 11.00 wita. Korban mengatakan kepadanya bahwa korban ingin menumpang mobilnya saat pulang ke Manado. Mereka pun berjanji akan bertemu jam 16.00 di kantor pengadilan.

Dikatakan, pembunuhan tersebut terjadi di kilometer 19, tepatnya di Desa Mokupa pada pukul 17.00 Wita. Setelah membunuh korban dia langsung mematahkan pisau dan membuangnya di hutan, lalu melanjutkan perjalanan ke Manado dengan perlahan hingga tibah di Pantai Malalayang pukul 19.20 Wita.

Dia mengakui tidak bersetubuh dengan korban karena saat itu dia hanya ingin mengganti pakaian namun kepergok patroli.
Akibat perbuatannya, Winzy dipastikan langsung dipecat dari pekerjaannya sebagai pegawai honorer pada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Minsel. Perbuatan Winsy dinilai berpengaruh terhadap nama baik dari Sat Pol PP, bahkan memalukan citra Pol PP

Kematian Lindy Melisa Pandoh, yang tak wajar masih menjadi buah bibir masyarakat Manado. Bahkan dalam BlackBerry Masengger (BBM) telah beredar bila korban tidak benar berpacaran dengan si tersangka, Winsi W.

Selain itu juga, dalam edaran BBM juga menceritakan tentang kronologis kematian Lindy yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) berwajah cantik tersebut.

Berikut kronologi kematian Lindy yang beredar luas melalui BBM

The real story of RIP LINDY MELISA PANDOH
Lindy Pandoh TIDAK berpacaran dgn si pelaku Wensy Warou…si pelaku SUDAH MENIKAH,dan tidak benar bahwa Lindy adalah pacarnya menurut kesaksian si pelaku..karna Lindy berpacaran dgn Romel Walingkas…(Yg kebetulan 1 kampung dgn Romel)
Sekitar jam 2 sore lindy mo ke Manado,pas semntra tunggu oto penumpang,si pelaku pas mo ke manado..lindy pada waktu itu janjian sama yg namanya tony..trus karna sudah dapatkan tumpangan Lindy bbm tony “biarjo qt so manumpang dg teman” karna sifat lindy cepat akrab dgn orang2😦 jd lindy anggap teman si pelaku😥

Setelah diselidiki ternyata si pelaku memang terobsesi pada Lindy…waktu lalu dia melihat lindy dia berkata “seandainya lindy suka pa qt,qt se cerai qt pe bini”. Jd tidak benar bahwa mereka adalah sepasang kekasih!!!
Sktr jam 5 sore oto patroli bolak balik d pinggir pante malalayang,mereka curiga kenapa tu oto d situ trus…lalu drg senter,ada 2 org d dlm,1 tu satpol yg 1 telanjang penuh darah. Ternyata tu satpol so tunggu2 malam krn si pelaku mo buang tu mayat d laut,mar polisi so riki. Kasian Lindy, setelah diotopsi ada 15 tusukan,ada yg da tusuk dr kiri tembus d kanan,dg da iris2 silet dp muka dg badan….

Tadi malam di interogasi polisi,si pelaku tidak mengaku bahwa dia yg melakukan perbuatan biadab itu…dia mengatakan bahwa,pada saat sampai di pantai malalayang ada 2 org menyergap si mereka…yg 1 menahan Lindy yg satunya lagi menahan si Pelaku sebenarnya…dia juga mengatakan akan menikahi si Lindy…padahal sebenarnya mereka tidak ada hub.apa2😦
Syukur trimakasih Tuhan sudah membuat dia mengaku bahwa dia adalah pelaku yg melakukan Pemerkosaan dan pembunuhan….
Tuhan yang memberi,Tuhan yang mengambil,terpujilah nama Tuhan….Semoga tenang disisiNya Lindy Melisa Pandoh…we always love you dear friend😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s