Akibat Spanduk dan Mengantuk, Tiga Truk Tabrakan Beruntun

KOMPAS.COM/AHMAD FAISOL Salah satu truk yang ringsek bagian depannya akibat tabrakan beruntun. Tabrakan diduga disebabkan spanduk dan sopir yang mengantuk.

 SITUBONDO, KOMPAS.com — Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga truk besar terjadi di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (21/3/2012). Diduga insiden ini terjadi akibat salah seorang sopir truk trailer mengantuk berat.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tetapi, sopir truk trailer boks dengan nomor polisi L-9171-UA, Lutfi (36), warga Krian Sidoarjo, terjepit dalam kabin truknya selama 1,5 jam. Sang kenek, Untung Budiono, selamat dari maut. Meski begitu, keduanya langsung dilarikan ke RS Elizabeth Situbondo karena menderita sejumlah luka di tangan dan kaki.

Untuk mengeluarkan Lutfi dari kabin, petugas bersama warga sekitar harus bekerja ekstrakeras. Sopir trailer itu baru berhasil dievakuasi keluar setelah bodi kabin truk dicongkel. Lamanya proses evakuasi sopir trailer itu sempat membuat arus lalu lintas sempat terganggu selama dua jam karena truk yang terlibat tabrakan beruntun melintang di Jalur Pantura Situbondo.

“Truk yang saya kemudikan terdorong setelah ditabrak dari belakang. Saat terdorong itu truk saya sempat menabrak truk di depan. Namun, truk di depan yang sarat dengan muatan besi itu langsung kabur,” ujar Sunaryo (47), sopir truk gandeng lainnya bernopol P-9664-UW yang bagian depannya ringsek.

Kuat dugaan, tabrakan beruntun dipicu sopir truk trailer yang mengemudikan kendaraannya dalam kondisi mengantuk, hingga tidak melihat truk di depannya yang berhenti karena lampu merah. Dengan demikian, truk trailer itu langsung menghantam keras bagian belakang truk gandeng.

Begitu ditabrak, truk gandeng terdorong hingga menabrak truk bermuatan besi yang ada di depannya. Meski demikian, sopir truk trailer mengelak dituding mengantuk saat mengemudikan kendaraannya.

“Saya tidak mengantuk, namun saya mengira truk di depan saya itu sudah jalan, makanya saya terus melaju. Tidak tahunya masih belum jalan, hingga terjadi tabrakan,” kata Lutfi, saat ditemui di RS Elizabeth Situbondo.

Sementara itu, pihak Satlantas Polres Situbondo menilai ada dua faktor yang jadi penyebab kecelakaan tersebut. Selain faktor sopir, adanya spanduk di jalan itu turut berpengaruh.

“Ada dua faktor yang menyebabkan tabrakan beruntun tersebut, yaitu sopir truk trailer diduga mengantuk dan sopir trailer tidak dapat melihat traffic light yang tertutup spanduk yang melintang di tengah jalan. Sebetulnya kami sudah mengingatkan agar pihak terkait segera memindah spanduk itu karena spanduk itu mengganggu pandangan para sopir yang sedang melintas,” kata Aiptu Siswanto, anggota Satlantas Polres Situbondo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s